
[intro} [Verse 1] Langit Madinah berselimut duka Rasul tercinta telah tiada Namun badai belum mereda Suku-suku mulai berpaling arah [Verse 2] Zakat ditolak, janji diingkari Nabi palsu angkat suara tinggi Musaylimah, Sajah, dan Thulaihah Menyesatkan jiwa dengan dusta [Chorus] Namun bangkit Abu Bakar yang setia Dengan dada penuh iman dan asa "Walau hanya tali unta," katanya "Aku akan tegakkan perintah-Nya" [Verse 3] Khalid pun melaju ke medan laga Di Yamamah, darah suci tumpah Sahabat syahid demi aqidah Demi Islam tetap gagah [Verse 4] Buzakhah, Najd, dan Hadramaut Satu per satu kembali tunduk Thulaihah bertaubat dalam khusyuk Sajah pun sadar, dustanya runtuh [Chorus] Abu Bakar, pelita di malam kelam Tak gentar walau dunia muram Tauhid dijaga, umat dipersatukan Dengan sabar, hikmah, dan ketegasan [Bridge – naratif syahdu] Dia bukan raja, bukan pencari tahta Tapi penjaga warisan Rasul tercinta Dengan Al-Qur’an sebagai benderanya Dan cinta umat sebagai senjatanya [Final Chorus] Teguh di jalan tauhid yang lurus Melawan gelap, menolak arus Bersama sahabat, satu barisan Membela Islam hingga zaman berlanjutkan [Outro – lembut] Kini kami belajar dari sejarah Bahwa iman tak boleh goyah Bila badai datang menyapa Teguhlah seperti Abu Bakar ash-Shiddiq, sang cahaya [instrumen] [end]

