[intro] Verse 1: Tak selalu badai datang tiba-tiba, Kadang hati telah jauh dari tata krama. Lupa cara berdiri di hadapan-Nya, Mengira cukup dengan kata dan doa. Pre-Chorus: Tapi yang Dia lihat lebih dalam, Bukan hanya lisan atau gerakan. Tapi bagaimana hatimu tunduk, Dan apakah jiwamu masih menyebut… Chorus: 🌧️ Musibah bukan tanpa sebab, Ia datang saat adab lenyap. Bukan sekadar cobaan semata, Tapi panggilan agar kita kembali pada-Nya. ☀️ Dan takkan terangkat derita, Hingga adab kembali menyapa. Dengan sopan dalam ibadah, Dan tunduk dalam segala arah. Verse 2: Adab bukan hanya cara berbicara, Tapi bagaimana hatimu bersikap pada Yang Esa. Dalam lapang pun tetap merendah, Dalam sempit pun tak mendesak-Nya. Bridge (spoken softly with instrumental): "Mâ nazala balâ’un illâ bimujânabati adab..." "wa lâ rafa‘a illâ bi wujûd adab..." Musibah datang... karena kita meninggalkan hormat... Dan akan hilang... jika kita kembali penuh taat. Chorus (reprise): 🌧️ Musibah bukan tanpa sebab, Ia datang saat adab lenyap. Tapi kasih-Nya tak pernah sirna, Ia tunggu hamba kembali bersahaja. ☀️ Maka bangkitkan adab di dada, Bersikap lembut di hadapan-Nya. Karena hanya yang sopan kepada Tuhan, Yang akan diangkat dari ujian… Outro: Adab bukan beban, tapi cahaya, Yang mengantar musibah jadi karunia. [instrument] [end]