
Hari menjelang senja ketika bedug maghrib menjelang tiba, hari berlalu tanpa suara menelusuri lembah, bukit dan padang gersang, hari ini sebuah janji hendak ditunaikan, bersujud, bertasbih, bertafakur, bertakbir menyerahkan jiwa raga dengan segala keluh kesah, noda dan dosa tangis dan kerinduan. Hari ini teramat pekat entahlah, purnama tak hendak memancarkan sinarnya hari ini pun tetap berjalan menelusuri kegelapan malam, menepati janji setia kepada kekasih untuk tetap tegar setegar karang di lautan. Pada hamparan pasir berdebu Tuhanku, langkah ini akankah menuju haribaan-Mu, angin dingin datang menderu menyentuh kulit hingga kedalaman kalbu, aku kaku aku miris aku pilu, kematiankah ini ? Putus asakah kini ? Duh, pandangan mata jadi kabur, seakan Kau memanggilku dari jauh mencengkram meraut aku pasrah aku rela maut menjemput... di haribaan runtuh... Hari menjelang senja ketika bedug maghrib menjelang tiba, hari berlalu tanpa suara menelusuri lembah, bukit dan padang gersang, hari ini sebuah janji hendak ditunaikan, bersujud, bertasbih, bertafakur, bertakbir menyerahkan jiwa raga dengan segala keluh kesah, noda dan dosa tangis dan kerinduan. Hari ini teramat pekat entahlah, purnama tak hendak memancarkan sinarnya hari ini pun tetap berjalan menelusuri kegelapan malam, menepati janji setia kepada kekasih untuk tetap tegar setegar karang di lautan. Pada hamparan pasir berdebu Tuhanku, langkah ini akankah menuju haribaan-Mu, angin dingin datang menderu menyentuh kulit hingga kedalaman kalbu, aku kaku aku miris aku pilu, kematiankah ini ? Putus asakah kini ? Duh, pandangan mata jadi kabur, seakan Kau memanggilku dari jauh mencengkram meraut aku pasrah aku rela maut menjemput... di haribaan runtuh...

