[Verse 1] Hilanglah kuasa saat datang cinta Aku bahkan meminta Ragaku bahkan meronta Jiwaku yang ini pasti tak suci Penemu akan membenci (oh-oh) [Chorus] Aku bahkan tak indah Ragaku bahkan tak elok Sebisaku untuk mengarah Jalan-jalan yang berkelok Aku pernah lugu Kupandang awan yang abu Tidak kubiarkan menyentuhku Aku pernah memuja egoku Lantas gelap masih bertahan Di titik aku renggut dan gigit amisnya ampalantaku Bersimbah bercucuran Lantas pedih masih bertahan Saat kurebut perlahan Dia selalu kehilangan aku Bersalah tak termaafkan [Verse 2] Hilanglah kurasa saat aku tiba Tak ada rasa iba Sakit yang kini kutimpa Jiwaku yang ini keji Bertemu kau yang terpuji (Oh-oh-oh-oh) [Bridge] Kumohon pada lautan Hapuskan darah di tangan Aku tak mungkin rela melihatnya Dia sarat kehidupan Dia sarat kehidupan Kumohon pada liputan Biar dia kutenggelamkan Aku tak mungkin sempat menolongnya Nanti akan kehabisan Nanti akan kehabisan [Chorus] Hilanglah puasnya saat hilang cinta Aku bahkan tak sudi Menatap bahkan bersedih Jiwaku yang ini keji Bertemu kau yang terpuji (Oh-oh-oh-oh) [Outro] Kupilih kau sebagai pajanganku Aku mengingatmu dalam setiap tidurku Lekuk hidung serta nafas tidak berderu Kutimbun kau dengan segala tanah Lumpur basah menutup bau nanah Setelah itu aku akan bersimpuh Di samping kita yang rapuh Luruh Andai liang lahatmu tidak penuh Aku masih membenci gemuruh Aku masih membenci gemuruh


