[intro] [Verse 1] Saat langkahmu gemetar Dan doa pun terdengar samar Saat tak ada lagi yang bisa kau jaga Hanya air mata, dan sisa asa [Verse 2] Saat kekuatan tak lagi milikmu Dan semua rencana gugur satu-satu Kau merasa tertinggal, bahkan terlupa Namun... di situlah Dia mendekat nyata [Pre-Chorus] Apa kau kira Dia menjauh? Saat kau tak mampu bersandar teguh? Justru di dalam kelemahanmu Dia bukakan rahasia kasih-Nya padamu [Chorus] 🎶 Dalam lemahmu... Dia nyata Dalam rapuhmu... Dia bicara Dengan bahasa lembut yang tak bersuara Dengan kasih yang tak menuntut balasan apa-apa Tak perlu kuat tuk dekat pada-Nya Terkadang jatuh justru jalan rahmat-Nya Saat kau tak mampu... Saat itu Dia paling dekat padamu [Verse 3] Dia ingin kau tahu yang sejati Bahwa bukan usahamu yang membuatmu berarti Tapi rahmat-Nya yang mengangkatmu Bahkan saat kau tak mampu menyebut nama-Nya penuh [Bridge – suara lembut, reflektif] Jika semua baik, kau merasa mampu Tapi saat kau tak punya daya… Barulah kau benar-benar bersandar sepenuhnya Dan di situlah… Dia tampakkan lembut wajah cinta-Nya [Chorus – diulang dengan haru] 🎶 Dalam lemahmu... Dia nyata Dalam kosongmu... Dia mendekap jiwa Tak perlu sempurna tuk dicinta Cukup jadi hamba yang kembali saat terluka Jangan malu pada air mata Mungkin itu caranya mengetuk surga Di batas akhir usahamu… Ada kelembutan-Nya yang menyambutmu [Outro – spoken, seperti doa pribadi] Ya Allah... Saat aku tak bisa lagi berjalan, Jangan jauhkan Engkau dari pandanganku... Karena dalam lemahnya aku… aku benar-benar mengenal-Mu... [instrument] [end]

Comments are disabled on this song