[Intro] [Intro] [Verse 1] Saat Nabi berpulang ke pangkuan Ilahi Guncanglah Madinah, gemetar para hati Langit terasa redup, bumi seakan hening Tapi bangkitlah seorang, dengan iman yang bening Abū Bakar, lelaki yang tak gentar Dengan tangis di dada, ia tetap tegar “Siapa yang menyembah Muhammad, maka ia telah wafat Tapi siapa yang menyembah Allah, Dia hidup dan tak pernah penat” [Chorus] Ini kisah keteguhan Shiddiq, penjaga risalah Ketika dunia goyah, ia berdiri tanpa lelah Mengumpulkan ayat demi ayat yang berserak Agar cahaya wahyu tetap takkan retak Ia tak takut, walau itu belum pernah terjadi Kodifikasi Qur’an — demi generasi nanti Ibnu Katsīr pun mencatat dalam tinta sejarah Bahwa keputusan ini, lahir dari cinta dan amanah [Verse 2] Dan ketika kaum murtad mulai angkat kepala Umat tercerai, iman diuji di medan nyata Berkibarlah panji Perang Riddah Bukan demi kuasa, tapi demi kalimat Allah Ia kirim pasukan, walau jumlah tak seimbang Tapi yakin bahwa kebenaran takkan tumbang “Demi Allah, jika mereka tolak zakat seekor unta pun, Akan kuperangi mereka hingga tunduk di jalan yang benar dan lurus” [Bridge – Spoken Word] "Ia tak menunda, tak gentar oleh perpecahan, Tapi justru memeluk umat dengan keberanian dan keimanan Satu demi satu fitnah ia padamkan, Dan langit Islam kembali terang oleh keadilan" [Chorus – Reprise] Ini kisah keteguhan Shiddiq, penjaga risalah Ketika dunia goyah, ia berdiri tanpa lelah Mengumpulkan ayat demi ayat yang berserak Agar cahaya wahyu tetap takkan retak [Outro – Doa dan Harapan] Wahai umat, belajarlah dari hati yang tulus ini Pemimpin sejati bukan hanya memimpin hari ini Tapi menjaga warisan Nabi Dengan cinta, keberanian, dan iman yang abadi [Instrument] [End]