
Verse 1 Hari ini aku duduk di sebelahmu, Sedekat embun yang singgah di daun. Tak ada yang berubah di matamu, Tapi di dalam diriku, musim berganti perlahan. Kau menyapa dengan senyum sederhana, Seolah tak ada yang perlu disembunyikan. Sementara aku sibuk meredakan dada, Yang berisik hanya karena namamu. Verse 2 Kau bercerita tentang banyak hal, Tentang jalan, langit, dan rencana esok. Aku mendengarkan tanpa berkedip, Takut kehilangan satu pun suaramu. Kubuat diriku tampak baik-baik saja, Kubalas tawamu dengan tenang. Padahal jemariku saling menggenggam, Menahan gugup yang nyaris jatuh. Chorus Aku bahagia hari ini, Meski hanya menjadi seseorang di sampingmu. Melihat senyummu dari jarak yang dekat, Namun hatimu terasa begitu jauh. Kau tak pernah tahu, Bahwa setiap detik di sisimu Adalah kenangan yang diam-diam Sedang kusimpan untuk hari-hari sepi. Bridge Mungkin rasa ini memang ditakdirkan Tumbuh tanpa suara dan pulang tanpa nama. Seperti senja yang memeluk laut, Indah, tetapi tak pernah benar-benar memiliki. Aku belajar bahwa dekat Tak selalu berarti sampai. Kadang seseorang bisa berada sejengkal, Namun tetap tinggal di tempat yang tak tergapai. Final Chorus Jika esok kita duduk di kursi yang berbeda, Aku akan mengingat hari ini perlahan. Hari ketika dunia terasa hangat Hanya karena kau ada di sebelahku. Dan bila kau tak pernah tahu Apa yang kusimpan di balik senyumku, Biarlah perasaan ini menjadi lagu— Yang hidup diam-diam, lalu menghilang bersama waktu. Outro Saat kau melangkah pergi, Aku hanya melihat punggungmu menjauh. Menyadari bahwa kebahagiaanku hari ini Mungkin memang diciptakan untuk menjadi kenangan.

