
[intro] [Verse 1] Berapa kali kau berdoa dalam sepi? Berapa malam kau bangun dan menangis sendiri? Lalu kau bertanya lirih: “Ya Allah, kenapa belum Kau beri…?” [Verse 2] Kau mulai ragu, hatimu goyah Kau merasa doamu tak sampai ke arah Padahal... Langit mendengarmu, tapi bukan dengan waktumu [Pre-Chorus – ajakan lembut] Tidakkah kau tahu… Tuhanmu menjawab Tapi dengan cara yang tak selalu kau harap Bukan waktumu… tapi waktu-Nya Bukan pintamu… tapi pilihan terbaik dari-Nya [Chorus] 🎶 Jangan menyerah saat doa belum tampak nyata Jangan putus saat jalan terasa lama Karena Dia tahu kapan waktumu layak menerima Dan apa yang benar-benar baik untuk jiwa Teruslah berdoa, meski sunyi Teruslah berharap, walau tak segera diberi Sebab janji-Nya tak pernah ingkar Hanya saja… mungkin bukan dengan caramu bersabar [Verse 3 – dialog batin] Pernahkah kau meminta sesuatu Lalu setelah sekian waktu, kau bersyukur tidak dikabulkan itu? Itulah rahmat yang kau tak tahu Saat Tuhan menyelamatkanmu… dari pintamu sendiri [Bridge – reflektif dan tenang] Tuhan tak lupa Dia hanya memilih untuk menjawabmu dengan cinta Yang kau butuhkan, bukan yang kau minta Yang akan menyelamatkanmu… bukan sekadar menyenangkanmu semata [Chorus – ulang dengan kekuatan harap] 🎶 Jangan berhenti mengetuk pintu-Nya Meski yang terbuka bukan yang kau duga Jangan ragukan kuasa-Nya Hanya karena waktumu berbeda dengan rencana-Nya Teruslah percaya Meski doa itu hanya bergema di dada Sebab setiap bisikan yang jujur Akan sampai… pada waktunya yang paling makmur [Outro – seperti bisikan kasih] Bukan waktumu… tapi waktu-Nya Bukan kehendakmu… tapi pilihan cinta-Nya Tetaplah meminta… tetaplah percaya Tuhanmu tak pernah lupa… [instrument] [end]

