
[Verse 1] Namamu datang bukan dari pilihanku Melainkan dari doa Yang dipertemukan waktu Orang berkata, cinta akan tumbuh Setelah percaya Seperti benih Yang diam menanti hujan menyapa Kita belajar berjalan Di jalan yang sama Mengikat janji Di bawah langit penuh asa Katamu, ananda akan tinggal selamanya Dan aku percaya Sebab harapan Tak pernah meminta bukti [Pre-Chorus] Ada mutiara Yang pernah diajarkan kehidupan: “Hati yang dipaksa menerima Belum tentu berhenti berharap” Namun aku memilih bertahan Karena kesetiaan Sering kali lahir Dari keberanian [Chorus] Kita pernah sebut rumah Sebagai surga Namun lupa merawat api Agar tetap menyala Kini cuma gema Di ruang yang sama Meninggalkan viraha Di setiap doa Bahagia bukan janji abadi Bahagia bisa gugur Sebelum musim berganti Dan aku mengerti Makna yang paling sunyi: “Yang retak bukan selalu karena benci” (kadang karena lelah menjaga sendiri) [Verse 2] Wajahmu masih sama Tetapi tatapmu telah jauh Kata-kata berubah Menjadi dinding yang rapuh Dharma yang dulu kita genggam bersama Perlahan tenggelam Di antara diam Dan kecewa Barangkali cinta hanyalah maya Indah dipandang Sulit dipeluk selamanya Sementara waktu terus melangkah tanpa iba Membawa dua hati Menuju arah Yang berbeda [Bridge] Saat palu perpisahan Mengetuk kenyataan Tak ada pemenang Dalam sebuah perceraian Yang tersisa hanyalah Serpihan kenangan Dan pelajaran Bahwa memaafkan lebih berat Daripada melupakan Ada kata bijak Yang kutemukan Di reruntuhan rasa: “Jangan ukur bahagia Dari lamanya bersama Tetapi dari tulusnya Saling menjaga” Sayang, kita terlambat memahaminya (sayang, kita terlambat) [Final Chorus] Kini aku berjalan Di jalan yang tak lagi Memanggil namamu Memeluk śūnya Yang memenuhi ruang kalbu Air mata jatuh Tanpa suara Namun langit tahu Betapa dalam lukanya Perjodohan membawaku pada bahagia Perceraian mengajarkanku Arti kehilangan Dan di ujung kisah Yang pernah kupuja Kutulis satu kalimat Untuk kehidupan: “Bila cinta hanya singgah Untuk memberi pelajaran” Maka ikhlaskan ia pergi Agar jiwamu tetap menemukan cahaya (temukan cahaya) [Outro] Ananda pernah hadir Bagai fajar Viraha datang seperti senja Yang tak sempat pamit Tetapi selama hati Masih mampu bangkit Setiap akhir adalah doa Yang diam-diam sedang merintis Awal yang baru

