[Intro] [Verse 1] Kala agama dijadikan senjata Ayat pun ditarik ke medan celaka Yang berbeda disebut sesat Padahal hanya karena tak ikut syahwat Bukan kebenaran yang dicari Tapi kemenangan diri sendiri Dalil jadi tameng untuk ambisi Hingga darah pun jadi harga misi [Pre-Chorus] Padahal agama bukan alat kuasa Tapi jalan pulang menuju cahaya [Chorus] Tanpa akidah yang lurus di dada Agama bisa diselewengkan oleh hawa Politik pun dijadikan kiblat Dan syahwat dibungkus syari’at Akidah itu pelita Tanpanya jalan pun jadi gelap gulita Kebenaran tak bisa lahir dari benci Tapi dari hati yang mencintai ilahi [Verse 2] Pernah para sahabat pun berbeda Tapi mereka tak menyembah dunia Mereka menangis, bukan bersorak Ketika umat mulai retak Tapi zaman berubah begitu cepat Kini suara paling keras yang dianggap tepat Padahal yang lirih kadang paling dalam Karena keikhlasan tak butuh sorotan terang [Chorus] Tanpa akidah yang lurus di dada Agama bisa diselewengkan oleh hawa Politik pun dijadikan kiblat Dan syahwat dibungkus syari’at Akidah itu pelita Tanpanya jalan pun jadi gelap gulita Kebenaran tak bisa lahir dari benci Tapi dari hati yang mencintai ilahi [Bridge – Spoken word lembut, penuh hikmah] "Bila agama dijalankan untuk ambisi, maka bukan lagi dakwah… tapi manipulasi. Akidah yang lurus tak membenci, ia menuntun… bukan menghakimi." [Outro – Reda dan refleksi] Mari kembali ke akidah sejati Yang menjadikan hati tunduk, bukan tinggi Agar kita tak menjadi umat yang lupa Bahwa agama bukan alat, tapi cahaya [Instrument] [End]