
[intro] [Verse 1] Mengapa lidah terasa berat Untuk menyebut Asma-Mu yang lembut? Mengapa hati cepat penat Saat Kau yang kusebut? Mungkin bukan karena sulit Tapi karena hati ini sakit Lupa padaMu terlalu lama Hingga dzikir terasa hambar saja [Chorus] Padahal bila hatimu hadir Satu tasbih bisa buatmu menangis Padahal bila jiwamu jujur Satu zikir serasa peluk yang tulus Dzikir bukan beban Ia cahaya bagi yang sadar Tapi jadi berat Bila hatimu tertutup kabut... [Verse 2] Kata mereka dzikir panjang Tapi tak juga hati lapang Bukan pada lafaz masalahnya Tapi apakah jiwanya bersama? [Bridge – pelan, vokal halus] Ya Allah… Lembutkan lidahku dengan nama-Mu Hidupkan hatiku agar rindu Agar zikir bukan sekadar suara Tapi getar yang memeluk ruhku… [Chorus – ulang dengan kekuatan rasa] Padahal bila hatimu hadir Satu tasbih bisa buatmu menangis Padahal bila jiwamu jujur Satu zikir serasa peluk yang tulus Dzikir bukan beban Ia cahaya bagi yang sadar Tapi jadi berat Bila hatimu tertutup kabut... [Outro – lirih dan menyentuh] Dzikir tak sulit… Kecuali bagi hati yang jauh… Kembalilah… Dan sebutlah Dia… Yang selalu menantimu... [instrument] [end]
Comments are disabled on this song
