Song Cover Image

Katamu Cinta, Tapi ke Mana Wajahmu?

[intro] 🎶 Verse 1 Katamu kau cinta Tuhan Tapi waktu-Nya kau lupakan Bibir sibuk menyebut asmara dunia Tapi hati tak pernah rindu kepada-Nya 🌟 Chorus ⚖️ Cinta… tak cukup di bibir saja ⚖️ Menghadap… itu tanda nyata Tapi bagaimana kau mendekat Jika kau masih hanyut dalam lalai yang pekat? 🎤 Dialog Interaktif (Argumentatif Dua Vokal) A: “Aku mencintai-Nya, sungguh dari hatiku.” B: “Lalu mengapa kau tak pernah bersimpuh di hadapan-Nya waktu Subuh?” A: “Hatiku belum kuat, aku masih banyak dosa.” B: “Tapi apakah cinta menunggu sempurna untuk menyapa?” A: “Aku malu, aku terlalu kotor untuk-Nya.” B: “Justru yang kotor butuh bersuci agar layak menyapa cahaya-Nya.” A: “Jadi, aku harus mulai dari mana?” B: “Dari kesadaran… bahwa lalai itu penghalang utama.” 🎶 Refrain 🎵 Cinta bukan sekadar rasa Tapi arah ke mana wajahmu tertuju Sucikan hatimu dari debu lalai Agar hadirmu tak sekadar semu 🎵 Outro (Reflektif dan menghujam) Tak cukup kau mengaku cinta Jika kau tak pernah mendekat kepada-Nya Dan tak mungkin kau benar menghadap Jika kau belum mencuci hatimu dari kabut lengah [instrument] [end]