(Intro) Rintik-rintik jatuh di jendela, Mengalirkan cerita yang lama terlupa. Heningnya malam bersuara, Hujan bicara tentang luka. (Instrumental) (Verse 1) Seperti hujan yang datang perlahan, Membasuh jejak-jejak kesalahan. Ada rindu yang tak terucap, Tersimpan di dalam derasnya harap. (Pre-Chorus) Mungkinkah ini cara alam berbicara, Tentang semua rasa yang terpendam lama? Setiap tetesnya membawa makna, Tentang kita yang pernah bersama. (Chorus) Hujan mengajarkan arti kehilangan, Melepas yang pergi tanpa beban. Walau dinginnya menyelimuti hati, Ada hangat di balik memori. Hujan ini bukanlah akhir, Hanya awal untuk belajar bersyukur. (Verse 2) Di balik mendung, cahaya tersimpan, Seperti janji yang tak pernah hilang. Kadang hidup butuh badai, Untuk temukan pelangi yang damai. (Pre-Chorus) Mungkin tak ada yang benar-benar pergi, Hanya berubah jadi bagian dari mimpi. Hujan ini menghapus air mata, Mengajarkan cinta tetap ada. (Chorus) Hujan mengajarkan arti kehilangan, Melepas yang pergi tanpa beban. Walau dinginnya menyelimuti hati, Ada hangat di balik memori. Hujan ini bukanlah akhir, Hanya awal untuk belajar bersyukur. (Instrumental Break) (Bridge) Dan saat mentari kembali bersinar, Aku tahu kita pernah benar-benar ada. Meski tak lagi saling bersama, Hujan ini adalah pengingat cinta. (Chorus) Hujan mengajarkan arti kehilangan, Melepas yang pergi tanpa beban. Walau dinginnya menyelimuti hati, Ada hangat di balik memori. Hujan ini bukanlah akhir, Hanya awal untuk belajar bersyukur. (Outro) Kini hujan tak lagi menyedihkan, Ia membawa harapan di setiap rintikkan. Karena dalam kehilangan, kutemukan jawaban, Inilah arti sebuah hujan. (Instrumental) (Ending)