
[Intro — Piano sepi & lembut, selo jauh, dawai perlahan masuk, napas pelan] [Vokal — berbisik lembut, tulus, perih] Ku menunggu di sini… seorang diri… Hanya untukmu… Kekasihku… [Verse 1 — Piano + bass hangat, vokal dekat & rapuh] Ku berdiri di sini, menanti hari demi hari Berharap kau datang, berharap kau tetap di sini Ingin melihatmu, wajahmu, senyummu Satu-satunya cintaku — hatiku, satu-satunya harapanku Setiap momen terasa bagai malam tanpa akhir Hanya satu tatapan, hanya satu cahaya Kaulah satu-satunya yang diinginkan hatiku Nyala api yang tak pernah padam [Verse 2 — Dawai masuk, perasaan semakin mendalam] Waktu berlalu, hari pun tak terhitung Sudah begitu lama sejak terakhir kulihat wajahmu Betapa hatiku perih, betapa jiwaku merindu Setiap detik, kau yang selalu ada di pikiranku Dalam setiap pikiran, dalam setiap mimpiku Kaulah kisah yang tak pernah selesai diceritakan Sejauh apa pun, ke mana pun kau pergi Kaulah hatiku, kaulah satu-satunya rumahku [Pre-Chorus — Dawai naik, vokal melambung, kerinduan memuncak] Dan aku… menghitung malam demi malam… Ku tutup mata… dan kau ada di sana… Namun kau begitu jauh… begitu jauh… [Chorus — ORKESTRA PENUH + DRUM, berkekuatan & melambung, penuh kerinduan] Rindu padamu… rindu padamu begitu dalam… Kembalilah padaku — jangan pernah melepaskanku Rindu padamu… rindu padamu begitu dalam… Kaulah satu-satunya yang akan diketahui hatiku! Rindu padamu… rindu padamu begitu dalam… Percayalah pada cintaku — lepaskan keraguanmu Rindu padamu… rindu padamu begitu dalam… Kaulah satu-satunya — hatiku takkan pernah melepaskanmu! [Verse 3 — Lebih kaya & hangat, vokal semakin mendalam] Mungkin kau pun merasakannya, di suatu tempat di luar sana Kerinduan yang sama, perasaan yang sama Tak ada yang bisa menggantikanmu di dalam jiwaku Tak ada yang bisa membuatku utuh selain dirimu Kaulah ruang yang tak bisa diisi apa pun Yang kuinginkan, yang akan selalu kuinginkan Sejauh apa pun jarak, seluas apa pun lautan Tempatmu di hatiku — abadi selamanya [Pre-Chorus — Semakin kuat, dawai melambung lebih tinggi] Mungkin kau pun menanti… mungkin kau pun merindu… Sama seperti aku… hanya untukmu… [Chorus — SANGAT BESAR & EPIC, orkestra penuh + drum rock — puncak perasaan] RINDU PADAMU… RINDU PADAMU BEGITU DALAM! KEMBALILAH PADAKU — JANGAN PERNAH MELEPASKANKU! RINDU PADAMU… RINDU PADAMU BEGITU DALAM! KAULAH SATU-SATUNYA YANG AKAN DIKETAHUI HATIKU! RINDU PADAMU… RINDU PADAMU BEGITU DALAM! PERCAYALAH PADA CINTAKU — LEPASKAN KERAGUANMU! RINDU PADAMU… RINDU PADAMU BEGITU DALAM! KAULAH SATU-SATUNYA — HATIKU TAKKAN PERNAH MELEPASKANMU! [SOLO — Melodi dawai menyapu, selo dalam, kuningan emosional — dari sepi menuju puncak yang mengharukan] [Bridge — Orkestra meredup, hanya piano, sangat lembut & mengharukan] Jarak takkan pernah mengubah apa yang kurasakan Waktu takkan pernah membuat cinta ini pudar Kau tertulis di setiap detak jantungku Sejauh apa pun, sedekat apa pun [berbisik, bergetar] Ku tetap menunggu… ku tetap berharap… ku tetap bermimpi… Bahwa kau pun merindukanku… sama seperti aku merindukanmu… [gulir timpani — keheningan — SATU KETUK — bangkitan besar] [FINAL CHORUS — ORKESTRA MAKSIMAL + ROCK + KOOR — penuh kerinduan yang epik] RINDU PADAMU… RINDU PADAMU BEGITU DALAM! KEMBALILAH PADAKU — JANGAN PERNAH MELEPASKANKU! RINDU PADAMU… RINDU PADAMU BEGITU DALAM! KAULAH SATU-SATUNYA YANG AKAN DIKETAHUI HATIKU! RINDU PADAMU… RINDU PADAMU BEGITU DALAM! KAULAH SEGALANYAKU — HATIKU, JIWAKU, SEGALANYAKU! KAULAH SATU-SATUNYA — ABADI — KAULAH SEGALANYAKU! [Outro — Orkestra memudar menjadi piano + selo, berbisik lembut & penuh haru] Rindu padamu… Satu-satunya… Di dalam hatiku… [nada piano terakhir — jeda panjang — perlahan lenyap ke keheningan]

