
[intro] Verse 1: Fajar menyingsing di Madinah yang damai Umar berdiri memimpin shalat berjamaah Tiba-tiba, pisau tajam menyayat Abu Lu'lu'ah, budak Persia, menyerang dengan marah Pre-Chorus: Tiga luka menghujam tubuh sang khalifah Darah mengalir, umat pun gemetar Namun Umar tetap tenang dan tabah Menanti takdir dari Rabb Yang Maha Besar Chorus: Cahaya yang terbenam, meninggalkan jejak Pemimpin adil, pembela kebenaran Wafat pada 26 Dzulhijjah, tahun 23 Hijriyah Madinah bersedih, kehilangan panutan Verse 2: Dalam sakit, Umar memanggil syura Enam sahabat, dipilih dengan bijaksana Amanah besar untuk memilih penerus Agar umat tetap dalam jalan yang lurus Pre-Chorus: Utsman bin Affan terpilih menggantikan Melanjutkan misi, menjaga persatuan Umar tersenyum, tugasnya selesai Kembali kepada Allah, dengan hati damai Chorus: Cahaya yang terbenam, meninggalkan jejak Pemimpin adil, pembela kebenaran Wafat pada 26 Dzulhijjah, tahun 23 Hijriyah Madinah bersedih, kehilangan panutan Bridge: Umar dimakamkan di samping Rasulullah Di Raudhah, tempat yang penuh berkah Warisan kepemimpinan yang tak tergantikan Menjadi cahaya bagi generasi sepanjang zaman Outro: Kini kita mengenang, dengan penuh hormat Pemimpin sejati, Umar bin al-Khattab Semoga Allah merahmati dan menempatkannya Di surga tertinggi, bersama para nabi dan syuhada [instrument] [end]

