
[intro] Verse 1 Verse 1 Damaskus bersinar di bawah langit Islam Saat Umayyah bangkit mengatur zaman ‘Abd al-Malik mempersatukan nadi negeri Bahasa Arab jadi resmi—tanda identitas diri Pre-Chorus Dirham dan dinar dicetak sendiri Tak lagi bergantung pada Bizantium atau Persia berduri Chorus Inilah masa keemasan yang agung Ilmu, kekuasaan, dan iman bertarung Al-Walīd bangun Masjid Umayyah nan megah Juga perluas Masjid Nabawī penuh berkah Jalan-jalan dibuka, kota pun terhubung Dari Syam ke Andalus, dari Mesir ke timur nan agung Verse 2 Pasukan menyeberangi laut ke barat Ṭāriq bin Ziyād menoreh sejarah hebat Andalus tersentuh cahaya Islam Di puncak dunia, dakwah makin dalam Pre-Chorus Ibn Kathīr pun kisahkan terperinci Bagaimana dunia Islam makin berseri Chorus Ilmu berkembang, ulama pun berdiri Meski fokus negara pada politik dan strategi Namun cahaya menyinari bumi Karena Islam terus tumbuh dalam jati diri Dan saat ‘Umar bin ‘Abd al-‘Azīz memimpin Keadilan jadi nafas, bukan sekadar angin Bridge Zakat tersalur, tak ada lagi yang meminta Para mu’allaf dijaga, dan rakyat merasa cinta Ia tolak kemewahan, hidup bersahaja Namun di tangannya, negara hidup sejahtera Chorus (modulasi) Inilah masa keemasan yang nyata Dalam sejarah yang Ibn Kathīr ceritakan dengan setia Umayyah tak hanya kuasa dan senjata Tapi juga tapak awal cahaya Islam di dunia Outro Dari Damaskus, sinar itu menyala Membelah sejarah dalam tinta dan suara Keemasan itu bukan karena megah semata Tapi karena iman, ilmu, dan cinta agama [instrument] [end]

