
Verse : 1 Lembar foto usang kupeluk dalam sepi Senyummu masih terasa teduhkan hati Kini baru kusadari kau tiada lagi Rumah terasa hampa tanpa suara langkah kaki Pre-chorus Kau sangat berarti dalam hidupku ini Kau Lelaki pilihan yang sejati Hatimu lembut,selembut embun pagi Ajarkan anakmu kuat sa'at dunia menguji Chorus Ayah.... ma'afkanlah anakmu Yang tak pandai menjaga dirimu Sungguh aku ingin membahagiakanmu Namun takdir kematian yang membuat pilu Ayah...do'amu masih hidup dalam nadiku Ku kenang namamu sampai batas usiaku verse : 2 Kuingat nasehatmu tentang sabar dan jujur Kasih sayangmu jadi saksi lelah yang tak bisa diukur Andai waktu bisa kuputar,ingin kuulang mundur Memelukmu lebih lama,sebelum kau pergi di alam kubur Pre-chorus Masih terngiang suaramu memanggil namaku Lantang kurasa, tak ada yang bisa menggantikan tuahmu Chorus Ayah.... ma'afkanlah anakmu Yang tak pandai menjaga dirimu Sungguh aku ingin membahagiakanmu Namun takdir kematian yang membuat pilu Ayah..do'amu masih mengalir dalam nadiku Kukenang namamu sampai batas usiaku Bridge Jika rinduku ini bisa jadi surat Kan kukirim do--a lewat angin tiap malam pekat Sampaikan bahwa anakmu kini sudah kuat Karena cinta pada anakmu yang tak pernah tamat Reff Akhir Ayah... tenanglah kau disyurga Semua ajaranmu jadi cahaya Meski ragamu tiada,tàpi cintamu tak pernah sirna Kau tetap hidup...di dalam do'a outro Ayah...aku rindu padamu.. Sungguh aku rindu...

