
[Verse] tak ada kata-kata dari geta, dinginnya sudah bercerita, tembok menjadi kanvas kesaksian, mencatat dalam bekas tiap guratan, katanya ambang untuk pulang, tapi langkah selalu tertahan, lelah sudah enggan bersandar di ubin bermetamorfosa jadi geladak dingin, panggung untuk cangkir kopi jadi sunyi, tinggal noda kulacino yang menyendiri, tingkap yang membingkai cahaya, jadi batas, bukan jadi cara menyapa, lukisan yang makin memudar warnanya, bercakap-cakap dengan kertas di atas lantai, bunga di jambangan berhenti menari ayun tubuhnya lemas, didera bekas sentuhan [Solo] [End]

