[intro} 🎤 (Verse 1 – Penyanyi utama) Ada yang tak merasa kehilangan Saat lupa zikir dan tinggalkan Qur'an Ada yang tak merasa gersang Meski hati kosong tak disiram iman 🎶 (Respons – Audiens) Mengapa mereka tak merasa sepi? Apa karena mereka tak pernah mengisi? Apa mungkin kami pun termasuk itu, Yang jauh tapi tak tahu? 🎤 (Verse 2 – Penyanyi utama) Orang yang pernah dekat, Akan tahu saat cahaya-Nya lenyap Seperti tubuh yang pernah hangat Akan menggigil bila dingin menyergap 🎶 (Respons – Audiens) Jadi apakah rasa jauh itu anugerah? Walau pedih, apakah itu tanda cinta? Karena kami takut jika jauh, Tapi tak pernah merasa rapuh… 🎤 (Chorus – Semua bersama) 🌟 Yang pernah dekat, tahu jauh itu perih, 🌟 Yang pernah manis, tahu getirnya tergelincir. 🌙 Rasa rindu bukan lemah, 🌙 Tapi bukti hati tak pasrah dijauhkan arah. 🎵 (Bridge – Lirih dan dalam) Jauh yang paling menyakitkan… Adalah saat kau tak lagi merindukan Bukan karena Tuhan jauh pergi Tapi karena hatimu tak lagi mencari 🎤 (Verse 3 – Penyanyi utama) Jangan anggap resahmu sebagai beban Bisa jadi itu alarm keimanan Yang tak gelisah saat terputus Bisa jadi sudah beku dan putus 🎶 (Respons – Audiens) Maka ya Allah, dekatkan kami Meski hanya lewat sedih dan sunyi Asal hati ini tak mati, Asal kami tetap Kau ingatkan lagi… 🎤 (Final Chorus – Semua dengan khusyuk dan harap) 🌟 Yang Kau beri rasa jauh, Engkau juga yang bisa mendekatkan, 🌟 Yang pernah Kau sentuh, tak akan tahan ditinggalkan. 🌙 Kami ingin rasa rindu, walau pahit… 🌙 Karena dari situ, kami tahu Kau masih dekat dan mengintip. 🎼 Penutup (tenang dan menggetarkan): "Yang tak pernah merasa dekat… Tak akan tahu luka karena jauh." "Dan yang pernah Kau cinta… Tak akan sanggup hidup tanpa cahaya-Mu." [instrument] [end[