
[intro] 🎶 Verse 1 Wajahmu tampak tenang dan rapi Langkahmu mantap, tuturmu santun hati Tapi... apakah batinmu setenang wajahmu? Atau itu hanya topeng agar dunia mengagumimu? 🌟 Chorus ⚖️ Perbaikilah lahir, ya, itu tuntunan hikmah ⚖️ Tapi batin pun harus jujur dalam arah Jangan elok hanya di pandangan manusia Sedang hatimu berdebu, jauh dari penjagaan-Nya 🎤 Dialog Interaktif (Dua Vokal, Argumentatif) A: “Yang penting kan tampak baik di mata orang?” B: “Lalu bagaimana dengan pandangan Allah Yang Maha Menembus bayang?” A: “Tapi aku sudah ikut syariat, rukun dan sunnah!” B: “Lalu bagaimana batinmu—ikhlas atau sekadar jaga citra?” A: “Kadang aku sendiri tak tahu isi hatiku...” B: “Maka rawatlah batin, sebagaimana kau rawat tubuhmu.” A: “Jadi keduanya harus selaras?” B: “Ya. Lahir untuk hikmah-Nya, batin untuk kasih sayang dan penjagaan-Nya yang luas.” 🎶 Refrain 🎵 Jangan hanya berdandan untuk dunia Tata juga hatimu agar disinari cahaya Karena Allah tak hanya melihat raga Tapi menakar jiwamu—dalam segala rahasia 🎵 Outro (Lembut dan menyentuh) Lahir untuk disiplin, batin untuk cinta Yang satu dibangun dengan amal Yang lain dirawat dengan dzikir dan air mata Hidupkan keduanya… Agar kau benar-benar berjalan di bawah naungan-Nya [instrument] [end]

