[intro] [Verse 1] Kau berkata: “Lihatlah usahaku Betapa aku sujud, betapa aku ruku’...” Kau hitung tiap detik dalam ibadahmu Seolah engkau pemilik kebaikan itu [Verse 2] Kau menunggu balasan di dunia Kau harap pujian, kau harap surga Tapi… Tidakkah kau tahu, Amal itu bukan milikmu? [Pre-Chorus] Jika Dia tak gerakkan hatimu, Mungkinkah kau datang ke sajadah itu? Jika Dia tak izinkan ragamu kuat, Mungkinkah kau mampu berjalan dalam taat? [Chorus] 🎶 Amal itu... hadiah untukmu Bukan jasa yang bisa kau tukar Tak pantas engkau menagih surga Atas sesuatu yang bukan dari daya Syukurilah... bahwa Dia memilihmu Bukan semua diberi rasa itu Tak usah hitung apa yang kau beri Hitunglah... berapa kali Dia menuntunmu kembali [Verse 3] Ada yang rajin tapi tak tenang Ada yang berdzikir tapi kosong makna Karena yang sejati... Bukan banyaknya amal Tapi rahmat yang menetes dalam tiap langkah [Bridge – suara lembut, renungan] Jangan berkata, “Aku telah banyak berbuat” Tapi katakan: “Alhamdulillah… Dia beri aku kesempatan” [Chorus – diulang dengan nuansa penuh haru] 🎶 Amal itu... hadiah untukmu Bukan jasa yang bisa kau banggakan Jika bukan karena-Nya yang Maha Pemurah Takkan ada sujud, takkan ada taubat... Syukurilah... bahwa Dia memilihmu Bukan karena kau layak, tapi karena Dia Maha Baik Jangan menagih... Cukuplah ridha-Nya sebagai tempat kembali [Outro – bisikan akhir, seolah dalam sujud] “Bagaimana mungkin… aku meminta upah dari sesuatu yang Engkau hadiahkan padaku…?” [instrument] [end]

Comments are disabled on this song