
[intro] [Verse 1] Kulihat tangan-tangan terangkat Bibir-bibir sibuk melafaz ayat Kaki melangkah menuju tempat suci Tapi... adakah hatinya ikut pergi? [Verse 2] Suara-suara memecah pagi Dengan zikir yang panjang tak henti Namun bila ruhnya tak hadir nyata Ia hanya gema... tanpa makna [Pre-Chorus] Karena amal itu seperti jasad Indah di luar... bisa hampa di dalam Bukan bentuk yang Allah cari Tapi bisik hati yang tersembunyi [Chorus] 🎶 Apalah arti gerak yang megah Jika tak lahir dari cinta yang pasrah Apalah guna amal yang tinggi Jika tak bernafas dengan nur ikhlas yang suci Ruh amal bukan pada tampaknya Tapi pada rahasia yang tersembunyi di dalamnya Bila hati tak hadir… Maka amal hanya bayangan yang berdiri sendiri [Verse 3] Kau bisa hafal seribu kata Tapi adakah satu yang menggetarkan jiwa? Kau bisa sujud seribu kali Tapi adakah satu yang kau serahkan sepenuhnya? [Bridge – lirih dan merenung] Dia tak menilai dari panjangnya doa Tapi dari seberapa dalam engkau merasa Dia tak menimbang dari banyaknya langkah Tapi dari arah niat yang engkau jaga [Chorus – dengan nuansa haru] 🎶 Apalah arti gerak yang megah Jika hatimu tak pernah pasrah Apalah guna amal yang panjang Jika tak dipeluk niat yang tenang Ruh amal adalah keikhlasan Yang tersembunyi, yang tak dituliskan Dan bila itu ada dalam dirimu Maka amalmu hidup... dan menyentuh langit biru [Outro – spoken prayer, hening] Ya Allah... Hidupkanlah amalku dengan ruh ikhlas Bukan untuk dunia, bukan untuk pujian Tapi hanya... untuk-Mu, yang Maha Menatap niat di balik segalanya. [instrument] [end]
Comments are disabled on this song
