[intro] [Verse 1 — nada lembut, ajakan reflektif] Pernahkah kau merasa terhenti? Saat dunia menutup jalanmu? Pernahkah kau pikir segalanya usai, Karena ujian datang bertubi? [Interlude (tanya interaktif)] Lalu kau bertanya dalam hati: “Apakah ini akhir kedekatan?” “Apakah rintangan ini... memutusku dari Tuhan?” [Chorus — sugestif, membesarkan hati] Tapi wahai jiwa yang mencari, Apa yang bisa menghalangimu, Jika hatimu masih menyebut nama-Nya? Apa yang bisa menutup jalan, Jika cinta itu tetap mengalir? [Verse 2 — melanjutkan ajakan berpikir] Para ‘ārif, orang yang mengenal Tak takut badai, tak gentar jatuh Karena mereka tahu, Setiap halangan… hanyalah debu [Pre-Chorus — mendorong perenungan batin] Bukan ujian yang memisahkan Tapi lalai yang menjauhkan Selama hatimu tetap hidup Tak ada yang benar-benar memutus [Chorus — ulang, lebih kuat secara emosional] Apa yang bisa menghalangimu, Bila engkau terus kembali kepada-Nya? Apa yang bisa membuatmu kering, Jika sumbernya adalah Yang Maha Kaya? [Bridge — sangat sugestif, nyaris doa] Jangan takut pada gangguan dunia Selama hatimu berpaut pada-Nya Halangan hanyalah riak Yang tak pernah bisa menghentikan aliran [Final Chorus — lebih khusyuk dan menguatkan] Apa yang bisa menghalangimu? Jika Dia telah memilihmu mendekat Apa pun yang terjadi di luar sana Jangan biarkan hatimu ikut menjauh [Outro — lirih dan menenangkan] Kedekatan bukan diukur jarak Tapi oleh hati yang tetap terpaut Para kekasih Allah tak pernah takut Karena mereka tahu, Tak ada yang bisa menghalangimu ...kecuali engkau sendiri. [intrument] [end]

Comments are disabled on this song