Kau Pikir Kaulah Segalanya Tatapanmu setajam belati, Menusuk hati tanpa empati. Kau datang seolah penyelamat, Namun yang kau bawa hanya laknat. (Laknat) Semua harus ikut maumu, Semua harus tunduk padamu. Kau kira dunia berputar, Hanya karena langkahmu besar. Aku lelah menjadi bayangan, Di balik ego yang kau banggakan. Kini saatnya kubuka mata, Takkan lagi hidup dalam dusta. Kau pikir kaulah segalanya! Raja di atas luka yang kau cipta. Kau tertawa saat hati terluka, Lalu berkata itu cinta. Kau pikir kaulah segalanya! Tapi dunia tak berhenti tanpamu. Hari ini aku memilih pergi, Dan membiarkan egomu menemani. Tak ada mahkota di kepalamu, Hanya kesombongan yang membelenggu. Semakin tinggi kau memandang, Semakin jauh kau kehilangan. Aku bukan boneka bisumu, Bukan bayangan di belakangmu. Kini rantai itu telah patah, Aku bangkit dari semua amarah. Lihat aku... Masih berdiri... Meski kau hancurkan mimpi-mimpi. Kini giliranmu... Merasakan sepi... Saat semua pergi meninggalkanmu! Kau bukan segalanya Tak ada lagi namamu di hidupku! Semua dusta telah terbakar! Kini aku bebas... tanpa dirimu! Kau pikir kaulah segalanya! Nyatanya kau hanya bayangan luka. Aku menemukan kehidupan baru, Di saat kau tenggelam dalam egomu. Tak ada lagi air mata, Tak ada lagi aturan, Tak ada lagi tekanan, Tak ada lagi belenggu, Tak ada lagi kata menyerah. Biarlah waktu yang menjawab, Siapa yang benar-benar kalah. Kau pikir kaulah segalanya... Ternyata... Kau hanyalah pelajaran paling menyakitkan...