
[intro] 🎶 Verse 1 (Informatif) Kau lelah berbuat baik, tapi hasil tak tampak Kau terus berdoa, tapi jawaban terasa lambat Lalu hatimu bertanya, "Apa artinya semua ini?" "Di mana ganjaran atas ibadahku yang setia ini?" 🎶 Verse 2 (Argumentatif) Tapi, wahai jiwa, jangan kau hitung seperti pedagang Ibadah bukan barter, bukan transaksi yang menang Karena balasan terbesarmu bukan harta atau nama Tapi ketika Allah memanggilmu: "Inilah kekasih-Ku, yang Aku cinta" 🎶 Chorus (Pesan Utama) Ridha-Nya sudah cukup bagiku Aku tak butuh dunia bila aku dekat dengan-Mu Tak harus jadi terkenal, tak perlu dipuja Asal Engkau memandangku dengan cinta Jangan ukur ibadah dengan untung dan rugi Tapi dengan rasa cukup karena Allah yang memilih Bukan surga yang kukejar, tapi Dia yang di atas segala Dan ridha-Nya lebih indah dari seluruh semesta 🎶 Verse 3 (Reflektif) Bayangkan... dari milyaran jiwa di bumi Kau dipilih-Nya untuk sujud setiap pagi Bukankah itu kemuliaan sejati? Bahwa Allah mau dekat dengan hati yang mencari 🎶 Bridge (Argumentatif-Puitis) Balasan itu bukan selalu berupa keberhasilan Tapi damai di dada, cahaya di jalan Dunia bisa menolakmu, tapi jika Dia menerima Tak ada kehinaan yang bisa menyentuh jiwa 🎶 Chorus (Ulang - Penegasan) Ridha-Nya sudah cukup bagiku Jika aku kekasih-Nya, untuk apa semua yang semu? Tak harus diberi dunia untuk merasa mulia Cukuplah jika Allah berkata: “Aku ridha padanya.” 🎶 Outro (Doa & Penutup) Ya Allah... Jangan jadikan ibadahku sebagai alat tukar Tapi jadikan ia bukti bahwa aku mencintai-Mu tanpa syarat Tak perlu imbalan, tak perlu gemerlap dunia Asal Engkau ridha, itu lebih dari segalanya [instrument} [end]

