
[intro] Verse 1: Pernah aku menanti jawaban, Dalam doa yang terus kupanjatkan. Kumerasa waktu terlalu panjang, Seakan harapan hampir tenggelam. Pre-Chorus: Tapi hatiku mulai memahami, Bahwa janji Allah tak pernah ingkar. Ada yang cepat dalam sekejap, Ada yang lambat, tapi tetap sampai jua. Chorus: ⏳ Pemberian-Nya tak selalu segera, Tapi pasti, tak akan sia-sia. Yang cepat itu anugerah besar, Yang lambat pun tetap menggetarkan sabar. 🌙 Jangan ragu, jangan putus asa, Karena semua datang pada waktunya. Apa yang kau minta dengan cinta, Akan sampai juga… bila waktunya tiba. Verse 2: Mungkin ada hikmah dalam penantian, Mendidik hatiku agar lebih dalam. Karena yang datang tanpa tergesa, Seringkali lebih terasa makna-Nya. Bridge (spoken lembut): "Ajjal al-ma‘ṭiyyāt mâ qāna waṣluhu ilay-ka fī waqtin qasīr..." "Wa inna mâ yuḥtamal taṭwīl az-zamān fīh wa huwa waṣil..." Yang cepat adalah nikmat, Tapi yang lambat bukan berarti ditolak… Chorus (reprise): ⏳ Pemberian-Nya tak selalu segera, Tapi pasti, tak akan sia-sia. Setiap pinta yang disampaikan, Sedang disiapkan untuk diberikan. 🌙 Yakinlah wahai hati yang menunggu, Bahwa Tuhan sedang menatamu. Karena yang datang dari-Nya… Tak pernah salah waktu dan ukurannya. Outro: Tenanglah... semua akan sampai jua... Saat Dia tahu waktumu telah tiba. [instrument] [end]

