
Rubʿ al-Munjiyāt — Niat dan Ikhlas (النِّيَّة وَالإِخْلَاص)
[intro] [Verse 1 – Tentang Niat] Kata Ghazālī: semua bermula dari niat Ia kecil, tapi menembus langit Bisa ubah dunia jadi ibadah Jika hati tahu untuk siapa semua lelah Makan, tidur, bekerja, bahkan diam Bisa jadi amal penuh berkah dan salam Asal niatmu lurus ke arah Allah Bukan pujian, bukan dunia yang megah [Chorus – Reffrein] Untuk siapa... hatimu bergerak? Untuk siapa... amalmu kau tegak? Jika bukan untuk-Nya, semua akan sirna Tinggal lelah yang tak bernilai di sisi-Nya Ikhlaslah... meski tak ada yang lihat Ikhlaslah... meski tak disebut atau dekat Ghazālī berkata: amalan bisa ringan Tapi ikhlas menjadikannya lautan kebaikan [Verse 2 – Tentang Ikhlas] Ikhlas itu rahasia antara hamba dan Tuhan Tak tampak, tapi jadi penentu timbangan Bukan tentang kata, bukan tentang suara Tapi tentang hati yang takut akan riya’ Buang keinginan untuk dipuji Tinggalkan harapan untuk dilihat manusiawi Karena ikhlas itu jalan sunyi Tapi penuh cahaya di hadapan Ilahi [Bridge – Kutipan Reflektif] Imām Ghazālī berkata dengan jernih: “Jangan kau bangun istana di mata manusia, lalu hancurkan pondasinya di hadapan Allah.” Ikhlas... itulah fondasi amal yang hidup [Chorus – Reffrein Ulang] Untuk siapa... hatimu bergerak? Untuk siapa... amalmu kau tegak? Jika bukan untuk-Nya, semua akan sirna Tinggal lelah yang tak bernilai di sisi-Nya [Outro – Penutup] Jaga niatmu… periksa hatimu… Karena Allah menilai apa yang tersembunyi jauh darimu Niat dan ikhlas, cahaya Rubʿ al-Munjiyāt Yang menyelamatkan jiwa dari gelapnya riya’ [Instrument] [End]

