
[intro] [Verse 1] [Verse 1] Di kota Madyan yang ramai berdagang Tampak makmur, tapi batinnya bimbang Mereka curang dalam takaran dan timbangan Ambil hak orang, lupa akan Tuhan [Pre-Chorus] Lalu diutuslah Nabi Syu‘aib penuh hikmah Mengajak mereka kembali kepada amanah [Chorus] Wahai Madyan, kenapa kau dustakan? Padahal perintah-Nya jelas dalam timbangan Kau katakan: “Apa hakmu larang-larang kami?” Padahal Tuhan-lah Pemilik bumi dan langit ini! [Verse 2] Nabi Syu‘aib berkata dengan sabar “Jangan rusak bumi setelah ia dibenahi benar” Namun mereka tertawa dan menantang azab Seakan tak pernah dengar kisah ‘Ād dan Tsamūd yang lenyap [Bridge Argumentatif] Apakah kalian kira bisnis tanpa jujur akan kekal? Apakah keuntungan haram bisa membawa tenang dan halal? Allah tidak butuh harta kalian yang menipu Yang Dia lihat adalah hati yang tunduk dan bersatu [Chorus] Wahai Madyan, kenapa kau dustakan? Padahal perintah-Nya jelas dalam timbangan Kau katakan: “Apa hakmu larang-larang kami?” Padahal Tuhan-lah Pemilik bumi dan langit ini! [Outro] Maka datanglah gempa mengguncang segalanya Kaum Madyan pun sirna, hanya debu dan luka Ingatlah wahai insan yang berdagang hari ini Kejujuran adalah jalan menuju ridha Ilahi [instrument] [end]

