
(VERSE 1) Katanya kantor resmi, ada jam operasional Tapi kok nawar transaksi di luar jam finansial Buka sistem malam-malam, ngejar target yang kurang Nasabah yang bingung malah diiming-iming utang Dulu yang lalai siapa, yang kena getah siapa Waktu ada masalah, lepas tangan begitu saja Giliran mau lunas, jalurnya diputar-putar Main belakang meja biar kelakuannya tersamar (CHORUS) Ealah Pak... Mbok ya jangan begitu Aturan OJK jelas, kok malah buat aturan baru Bunga denda dipelihara kaya burung derkuku Kesalahan internalmu, kok nasabah yang disuruh nanggung! Katanya mau bantu, tapi ada syarat tersembunyi Surat lunas tak ada, jaminan belum kembali Kami ini niat baik datang membawa bukti Bukan mau terjebak skenario malam hari! (VERSE 2) Setoran sudah masuk tercetak di kertas kuning Kok masih saja bikin pikiran orang jadi pusing Minta transaksi resmi di depan meja teller Malah dikasih cerita yang makin lama makin molor Aturan perlindungan konsumen kan sudah cetha Pegawai yang keliru, bank yang nanggung dampaknya Surat permohonan resmi sudah di tangan Tinggal stempel tanda terima, tak perlu banyak alasan! (BRIDGE) Tak perlu bantuan pribadi, tak perlu skenario Kami bayar sisa pokok secara transparan di kantor Kembalikan sertifikatnya, terbitkan surat lunas Bebas denda bebas bunga, urusan bersih dan tuntas! (OUTRO) Setor resmi jam kerja kantor... Bukan transaksi di luar jam kantor... Bebas bunga, bebas denda, bersih di OJK! Hak... e... Hak... e... Lunas resmi!

