
Andalus, Cahaya yang Terbit dari Barat
[intro] Verse 1 Saat Baghdād terguncang oleh badai dan duka Di barat jauh, cahaya Islam tak serta-merta padam begitu saja Al-Andalus berdiri—mewarnai zaman Dari tanah Spanyol, lahir peradaban nan menawan Pre-Chorus Dari tangan Ṭāriq bin Ziyād sang pejuang Islam menyapa Eropa dengan salam penuh terang Chorus Inilah Andalus, mutiara barat Islam Ketika Timur dilanda kelam, Barat bersinar tenang Córdoba berseri, perpustakaannya luas Masjid agung berdiri, ilmu dan seni berkembang bebas Dari ilmu, musik, hingga astronomi Andalus jadi warisan agung yang abadi Verse 2 Abd al-Rahmān ad-Dākhil si pengungsi tangguh Membawa api peradaban dari timur yang runtuh Ia bangun negeri dari kehancuran Menjadi Kekhalifahan yang mandiri dan penuh keagungan Pre-Chorus Ibn Kathīr pun isyaratkan dalam kisahnya Bahwa Islam tak berhenti—ia menyebar dengan kuasa ilmu dan bahasanya Chorus Andalus bangkit, kala Baghdād terluka Ia bawa harapan, cahaya dari kitab dan pena Ibnu Hazm, Ibnu Rushd, dan para cendekia Merangkai pemikiran yang menembus cakrawala Lilin-lilin ilmu dinyalakan lagi Menjadi jembatan antara Islam dan dunia nanti Bridge Istana Alhambra, taman dan kanal Menjadi saksi kemegahan Andalus yang ideal Toleransi dan ilmu hidup berdampingan Kaum Muslim, Yahudi, Nasrani—dalam kemanusiaan Chorus (modulasi) Wahai umat, dengarlah kisah ini Andalus pernah jadi lentera bagi bumi Saat satu pusat runtuh, Allah bangkitkan yang lain Karena cahaya-Nya tak akan pernah padam ditelan angin Outro Dari timur ke barat, dari Baghdād ke Granada Islam tetap hidup—dalam iman, ilmu, dan cinta Dan Ibn Kathīr pun menulis dengan hikmah Bahwa peradaban bukan tentang tempat—tapi tentang ruh dan amanah [Instrument] [End]

