
[intro] 🎶 Verse 1 Di tanah Khaibar, senyap bergema Benteng berdiri, tinggi berjaga Musuh menanti dengan mata api Marhab berseru, pedang berseri "Khaibar tahu siapa aku Pemberani, tak pernah ragu" Langit pun muram, bumi pun diam Saat sang singa datang ke medan 🎶 Chorus Haidar! Haidar! Singa dari Allah Langkahnya mantap, jiwanya pasrah Berkilau pedang dalam genggaman Marhab pun tunduk oleh keimanan Haidar! Haidar! Tiada gentar Tebasan suci menembus zhalim yang kasar Dengan satu seru, dengan satu ayun Cahaya menang, gelap pun runtuh 🎶 Verse 2 Ali pun datang, mata sembuh seketika Ludah Nabi menjadi penawar luka Bersama panji, di bawah langit Ia tak gentar hadapi maut yang menghimpit "Aku Haidar, putra Fatimah Doa ibuku menuntunku langkah" Tak sekadar otot, tapi cahaya Yang lahir dari cinta dan taqwa 🎶 Bridge Pintu Khaibar jadi tamengnya Tak delapan orang sanggup mengangkatnya Bukan karena otot semata Tapi karena cinta yang murni pada-Nya 🎶 Chorus (ulang) Haidar! Haidar! Singa dari Allah Langkahnya mantap, jiwanya pasrah Berkilau pedang dalam genggaman Marhab pun tunduk oleh keimanan Haidar! Haidar! Tiada gentar Tebasan suci menembus zhalim yang kasar Dengan satu seru, dengan satu ayun Cahaya menang, gelap pun runtuh 🎶 Outro Kini sejarah menulis namanya Dengan tinta keberanian dan cinta Ali sang singa, penjaga cahaya Namamu harum di langit dan dunia... [instrument] [end]

