Song Cover Image

Suara Petir di Tengah Batu

[intro] [Verse 1] [Verse 1] Di lembah batu yang mereka pahat sendiri Kaum Tsamūd hidup dengan sombong dan iri Allah beri nikmat, kekuatan dan keindahan Tapi mereka lalaikan jalan ketaatan [Pre-Chorus] Nabi Ṣāliḥ datang membawa peringatan Dengan sabar, mengajak pada keimanan [Chorus] Tapi mereka berkata: “Tunjukkan mukjizat!” Lalu Allah munculkan unta betina dari celah bukit yang padat Tanda yang nyata, bukan sekadar cerita Tapi mereka langgar, sembelih sang unta [Verse 2] Mereka tertawa, merasa menang Padahal murka Tuhan perlahan datang Ṣāliḥ berkata: “Tiga hari, bersiaplah!” Namun hati yang keras tak pernah berubah [Bridge] Lalu datang suara petir, mengguncang langit Jeritan dahsyat merobohkan jasad yang angkuh dan sempit Semua binasa, kecuali mereka yang beriman Tertinggal hanya reruntuhan dan debu dalam diam [Chorus] Kaum Tsamūd minta bukti langit Dan saat datang, mereka tetap ingkar dan dzalim Tanda dari Allah tak pernah sia-sia Bagi hati yang bersih, itu cahaya [Outro] Wahai manusia, jangan ulang sejarah Nikmat bukan tanda bahwa kau bebas dari murka Ambil pelajaran dari kaum Tsamūd yang hilang Karena menolak kebenaran walau sudah terang [instrument] [end]