[intro] [Verse 1] Kupikir tawa itu tak berdosa Tapi nyatanya ia bisa memadamkan cahaya Bukan berarti harus selalu murung Tapi hidup bukan hanya untuk bersenang-senang [Verse 2] Saat canda jadi kebiasaan Hati ini pelan-pelan tertutup kabut Tak lagi tajam membaca tanda Tak lagi sensitif pada suara jiwa [Chorus] Terlalu banyak tawa Membutakan mata batin yang dulu peka Mengubah nurani jadi terlena Dan jalan pulang jadi tak terlihat jelas arah-Nya Sedikit senyum, iya… Tapi jangan jadikan dunia ini panggung lawak semata Karena bashirah itu anugerah Jangan biarkan ia padam karena gurauan yang tak berguna [Verse 3] Ada waktu untuk bahagia Tapi ada pula waktu untuk menangis karena dosa Jika semua jadi lelucon Kapan hati belajar tentang kematian? [Bridge – lirih dan mendalam] Ya Allah… Jaga lisan ini dari tawa yang membutakan Ajari aku bersikap tenang Tanpa kehilangan kelembutan dan cahaya iman [Chorus – ulang, dengan emosi lebih dalam] Terlalu banyak tawa Membutakan mata batin yang dulu peka Mengubah nurani jadi terlena Dan jalan pulang jadi tak terlihat jelas arah-Nya Sedikit senyum, iya… Tapi jangan jadikan dunia ini panggung lawak semata Karena bashirah itu anugerah Jangan biarkan ia padam karena gurauan yang tak berguna [Outro – tenang dan pasrah] Biar tawa tetap murni Bukan pelarian dari hakikat diri Karena yang ingin kembali Harus menjaga mata hatinya tetap berseri… [instrument] [end]

Comments are disabled on this song