
Bayang di Balik Perang Jamal
[intro] [Verse 1] Tahun yang kelam dalam sejarah umat Kala darah tumpah di bumi yang sakral Bukan dari musuh yang menantang Tapi dari sahabat-sahabat yang sama mengaji dan berjuang Di Basrah mereka bertemu Thalhah, Zubair, dan Ibunda ‘Aisyah yang mulia Tak membawa benci, tapi tanya Tentang darah Utsman dan siapa pelakunya sebenarnya [Pre-Chorus] Ali sang khalifah masih bersabar Menunggu waktu untuk menegakkan keadilan benar [Chorus] Perang Jamal, luka dalam sejarah Bukan karena niat yang salah Tapi fitnah mengalir dalam malam Bercampur dalil, prasangka, dan dendam Bukan niat mereka hendak berperang Tapi kaum munafik menyulut bara di tengah terang Dan ketika panah meluncur pertama Maka kisah pun berubah jadi air mata [Verse 2] Thalhah gugur tak lama bersalah Zubair pun mundur, hatinya tak ridha Ibunda ‘Aisyah menangis di atas unta Berseru: “Berhentilah! Ini bukan jalannya!” Tapi pedang tak kenal cinta Ia hanya tahu amarah dan luka Padahal semua mencintai Islam Namun terbawa oleh badai fitnah yang kejam [Chorus] Perang Jamal, luka dalam sejarah Bukan karena niat yang salah Tapi fitnah mengalir dalam malam Bercampur dalil, prasangka, dan dendam Bukan niat mereka hendak berperang Tapi kaum munafik menyulut bara di tengah terang Dan ketika panah meluncur pertama Maka kisah pun berubah jadi air mata [Bridge – Spoken Word, pelan dan reflektif] "Inilah pelajaran dari para sahabat... Orang yang saleh pun bisa terseret konflik Bila fitnah diselimuti dalil Dan akidah tak dijaga dengan ilmu yang jernih." [Outro – Damai dan doa] Ya Allah, satukan kami dalam ilmu Bukan dalam kebencian yang semu Jadikan sejarah bukan hanya untuk dikenang Tapi untuk dijadikan cermin agar tak terulang [instrument] [end]

