
Amal Tanpa Cahaya - الغزالي
[intro} [Verse 1 – Pembuka] Dalam Iḥyā’, Ghazālī bicara Tentang amal yang bisa sirna Bukan karena syirik yang nyata Tapi karena hati tak jaga makna Riyā’ muncul dalam niat tersembunyi Beramal bukan karena Ilahi ‘Ujub pun hadir diam-diam Bangga diri, padahal semua pinjaman [Chorus – Reffrein] Riyā’ itu amal tanpa cahaya Tampak indah tapi hampa isinya ‘Ujub itu pujian pada diri Lupa bahwa semua dari Ilahi Ghazālī ajar: periksa niat Karena ia akar segala ibadat Tanpa ikhlas, amal pun mati Seperti pohon yang tak berbuah lagi [Verse 2 – Riyā’ (Pamer Amal)] Riyā’ buat kita ibadah karena manusia Ingin dilihat, ingin dipuji, bukan karena Allah semata Shalat jadi pertunjukan Sedekah jadi sorotan Padahal yang diterima hanya yang ikhlas Yang tersembunyi antara air mata dan nafas Ghazālī seru: sembunyikan amal Agar nilainya kekal, tak jadi batal [Verse 3 – ‘Ujub (Bangga Diri)] ‘Ujub lebih halus dari riyā’ Ia tak butuh penonton atau saksian Cukup dalam hati: “Aku lebih baik” Dan saat itu, amal pun retak dan tipis Bangga dengan ibadah, bangga dengan ilmu Padahal semua itu titipan dan ujian yang tumbuh Ghazālī ingatkan: lihatlah kelemahanmu Agar tak tumbuh benih sombong di hatimu [Bridge – Perenungan Jiwa] Periksa hatimu di setiap amal Adakah niat yang tak lagi kekal? Bila riyā’ dan ‘ujub mulai tumbuh Cepat-cepatlah kembali, bersihkan tubuh dan ruh [Chorus – Reffrein Ulang] Riyā’ itu amal tanpa cahaya Tampak indah tapi hampa isinya ‘Ujub itu pujian pada diri Lupa bahwa semua dari Ilahi Ghazālī ajar: periksa niat Karena ia akar segala ibadat Tanpa ikhlas, amal pun mati Seperti pohon yang tak berbuah lagi [Outro – Penutup] Rubʿ al-Muhlikāt tak hanya dibaca Tapi jadi kaca bagi jiwa kita Bersihkan hati dari riyā’ dan ‘ujub Agar amalmu sampai tanpa ragu dan kabut [instrument] [end]

