[intro] [instrument] [Verse 1] Di lembah suci, Allah berfirman, Musa diutus membawa peringatan. Kembali ke Mesir, tanah kelahiran, Menghadapi Fir’aun yang penuh keangkuhan. Dengan tongkat dan mukjizat Ilahi, Musa berdiri tegak tak tergoyahkan. Seruan kebenaran menggema di istana, Namun Fir’aun tetap menutup mata. [Chorus] Wahai Fir’aun, tunduklah pada-Nya, Allah Maha Kuasa, Raja semesta. Musa tak gentar meski kau mengancam, Dakwahnya tulus, penuh keyakinan. [Verse 2] "Biarkan Bani Israil pergi bebas," Musa berkata dengan tegas. Namun Fir’aun sombong dan kejam, Menolak tanda-tanda dari Tuhan. Air berubah menjadi darah, Katak melompat memenuhi tanah. Belalang dan kutu menebar peringatan, Namun hati Fir’aun tetap membangkang. [Chorus] Wahai Fir’aun, tunduklah pada-Nya, Allah Maha Kuasa, Raja semesta. Musa tak gentar meski kau mengancam, Dakwahnya tulus, penuh keyakinan. [Bridge] Fir’aun mengklaim diri sebagai Tuhan, Namun Musa teguh dengan keimanan. Mukjizat tongkat jadi ular besar, Kalahkan sihir yang penuh dusta. [Chorus] Wahai Fir’aun, tunduklah pada-Nya, Allah Maha Kuasa, Raja semesta. Musa tak gentar meski kau mengancam, Dakwahnya tulus, penuh keyakinan. [Outro] Mesir menjadi saksi perjuangan, Dakwah Musa penuh kesabaran. Fir’aun tenggelam dalam kesombongan, Namun kebenaran Allah kekal selamanya. [instrument] [END]