
Sahabat dan Sunyi dalam Cahaya Iḥyā’
[intro] [Verse 1 – Pembuka] Iḥyā’ Ulūm al-Dīn bersinar Ilmu hati ditulis nan sabar Ghazālī tuntun insan berpikir Tentang teman dan sunyi yang hadir [Chorus – Reffrein] Dalam sahabat, ada cermin jiwa Dalam uzlah, ada suara yang nyata Keduanya jalan, penuh hikmah Menuju Allah dengan langkah indah [Verse 2 – Persahabatan dan Ukhuwah] Pilihlah teman yang baik agamanya Amanah lisannya, jujur hatinya Ghazālī berkata: sahabat sejati Menuntun dekat pada Ilāhī Berbagi ilmu, saling menasihati Tegur dalam cinta, sabar memahami Hindari hasad, jangan menyakiti Persaudaraan itu rahmat abadi [Verse 3 – Adab dalam Ukhuwah] Tutup aibnya, doakan diam-diam Berbaik sangka, jauhkan dendam Ukhuwah bukan sekadar senyum Tapi hadir saat hati terhimpun Jika teman salah, bimbing dengan lembut Jangan biarkan dia hanyut Cinta karena Allah, bukan karena dunia Itulah ukhuwah yang sebenarnya [Verse 4 – Uzlah (Mengasingkan Diri)] Kadang dunia bising menyapa Ghazālī ajar untuk diam sejenak saja Uzlah bukan lari dari dunia Tapi mendekat pada yang Maha Esa Sunyi bukan sepi, tapi ruang jiwa Untuk dzikir, tadabbur makna Saat ramai buat hati lalai Uzlah hadir sebagai penawar damai [Chorus – Reffrein Ulang] Dalam sahabat, ada cermin jiwa Dalam uzlah, ada suara yang nyata Keduanya jalan, penuh hikmah Menuju Allah dengan langkah indah [Bridge – Kontemplatif] Sendiri bukan kehilangan Bersama bukan hanya keramaian Ghazālī ajar seimbang rasa Bersosial dengan cinta, menyendiri dengan makna [Outro – Penutup Damai] Iḥyā’ ajarkan cahaya di hati Dalam sunyi dan dalam ukhuwah sejati Ikuti adab, rawatlah jiwa Agar hidup lurus menuju surga-Nya [intrument] [end] [instrument] [end]

