[Intro, Soft frame drum, gentle hums] (Bismillah… selawat dan salam… buat para Rasul pilihan…) [Verse 1, Male harmony] Dari Adam, tercipta insan pertama, Ujian rindu di taman syurga, Idris diangkat tinggi darjatnya, Zikir tak henti, cinta pada Pencipta. [Verse 2] Nuh berlayar dalam sabar dan doa, Kaum menolak, tapi baginda setia, Hud berdiri tegas di padang terbuka, Kebenaran tak gentar walau sendirian nyata. [Pre-Chorus] Saleh diuji dengan unta yang suci, Ibrahim dibakar tapi tenang hatinya murni, Dari bara lahir api cinta Ilahi, Redha jadi mahkota hati. [Chorus, Harmonized nasyid style] Duhai insan, lihat kisah mereka, Air mata jadi saksi setia, 25 Rasul, cahaya di dunia, Ujian berat, tapi hati bahagia. [Verse 3] Luth menangis kerana umatnya durhaka, Ismail tersenyum saat pisau menyapa, Ishaq sabar, Yaakub redha derita, Dalam gelap pun cahaya tak padam di jiwa. [Verse 4, Soft echoing chorus] Yusuf terpenjara, tapi mulia akhlaknya, Fitnah dunia tak goyah imannya, Syuaib menyeru pada keadilan sejati, Jujur berniaga, jalan suci. [Bridge, Emotional build-up] Ayyub diuji sakit dan derita, Tapi lidahnya tak lelah bersyukur kepada-Nya, Zulkifli tabah, Daud dengan zikirnya, Sulaiman raja tapi tunduk kepada-Nya. [Verse 5] Ilyas dan Ilyasa’ menyeru tak jemu, Yunus di perut ikan tetap merayu, Zakaria sabar dalam doa, Yahya syahid dengan jiwa yang suci dan mulia. [Chorus, Full harmony, emotional lift] Duhai insan, lihat kisah mereka, Air mata jadi saksi setia, 25 Rasul, cahaya di dunia, Ujian berat, tapi hati bahagia. [Verse 6, Reflective tone] Isa lahir tanpa dosa, Kasih dan sabar jadi senjata, Dan akhirnya Muhammad penutup segala, Rahmat bagi seluruh semesta. [Outro, Soft children’s choir, slow percussion fade] Ya Allah… kami ingin mencontohi mereka, Dalam sabar, dalam redha, dalam cinta pada-Mu selamanya, 25 Rasul, pelita nur di jiwa, Bimbinglah kami menuju syurga-Mu, Ya Rahman… Ya Rahim…