[Verse 3] Ada hal yang tak pernah selesai, Meski waktu terus mengajarkanku pergi. Bayangmu masih tinggal diam, Di sudut hati yang tak pernah sepi. Kupungut kembali kenangan lama, Yang terserak di antara tawa dan luka. Meski kini tak lagi sama, Rasamu tetap hidup dalam cerita. [Pre-Chorus 2] Mungkin memang bukan takdirku, Menjadi tempat pulang untuk hatimu. [Chorus 2] Kau semu, namun tak pernah hilang, Seperti bulan yang tertutup awan malam. Tak terlihat, namun tetap ada, Menemani sunyi yang kupeluk lama. Aku belajar melepaskan perlahan, Meski rindu masih mencari alasan. Karena cinta tak selalu tentang memiliki, Kadang hanya tentang mengikhlaskan pergi. [Bridge 2] Jika suatu hari jalan kita bertemu, Aku tak lagi membawa luka yang dulu. Hanya senyum sederhana dan rasa syukur, Pernah mengenalmu walau tak utuh. Dan bila angin menyebut namamu, Aku akan tersenyum tanpa ragu. Karena yang pernah tumbuh di hati, Tak harus dimiliki untuk berarti. [Final Outro] Kini biarlah waktu yang bercerita, Tentang kita yang tak pernah menjadi kita. Tentang rasa yang tumbuh tanpa suara, Dan pergi tanpa pernah meminta. Kau tetap semu di pelupuk mata, Namun nyata di dalam doa. Meski langkahmu tak lagi bersamaku, Sebagian hatiku akan selalu mengenangmu… Selamanya.


