Verse 1 Dengarlah kisah hujan murka Air bah datang membawa duka Sumatra menangis dalam senyap Ribuan nama hilang lenyap Angka dibaca tanpa suara Ribuan jiwa dipaksa sirna Negeri terdiam memeluk luka Langit runtuh bersama doa Pre-Chorus Hutan tergadai, gunung meratap Tanah pun runtuh menagih sebab Namun di balik berita pilu Ada tangis paling sendu Chorus Bu… dengarlah langkahku pulang Dalam lumpur dan reruntuhan Jika suaramu tak lagi datang Cintamu tetap kutemukan Air bah boleh merenggut segalanya Namun tak mampu merampas iman Ibu pulang dalam keheningan Tenang di pangkuan Tuhan Verse 2 Seorang anak yang kehilangan Meniti duka dengan lirih Mencari ibu di antara puing Dengan doa yang tak kering Kabar tiba bagai petir senja Rumah itu telah sirna Namun langkah takkan menyerah Antara harap dan pasrah Pre-Chorus 2 Hari pertama dunia menjauh Hari kedua harapan runtuh Hari ketiga hujan kembali Hati anak tetap berdiri Chorus Bu… aku menggali namamu Dengan tangan yang berdarah Jika maut harus menjemputku Biarlah aku lebih dahulu Air bah boleh merenggut nyawa Namun tak kuasa mencuri iman Ibu pulang dalam keheningan Dalam pelukan Yang Maha Rahman Bridge Tanah terbuka menguak kenang Ibu di dapur, subuh menjelang Doa-doa yang tak pernah usang Kini terbaring dalam terang Kain putih basah berlumpur Mukena suci jadi saksi jujur Tempat sujudmu yang terakhir Kini memanggil namaku lirih Chorus (Final) Bu… aku datang meski terlambat Air mataku jadi sujud Cintamu tak pernah tersesat Menuntunku menuju langit Air bah boleh merenggut nyawa Namun tak mampu menundukkan iman Ibuku pulang dalam doa Tenang… di rumah keabadian Outro Ini bukan kisah legenda Bukan dongeng istana kuasa Ini cinta anak biasa Yang menang atas air dan duka Di Palembayan sujud terpatri Bukan batu, bukan prasasti Melainkan cinta sejati Yang hidup meski mati.