
[intro] Verse 1: Kukira yang tak kudapat itu musibah, Kukira yang hilang itu kehilangan. Namun kini mulai kusadari, Ada kasih-Nya di balik semua ujian ini. Pre-Chorus: Karena yang tampak buruk di mata, Belum tentu buruk dalam rencana-Nya. Saat hati dibukakan makna, Yang pahit pun bisa jadi nikmat tak terduga… Chorus: 🌌 Anugerah tak selalu datang indah, Kadang ia dibungkus luka dan gundah. Yang ditolak bisa jadi penjagaan, Yang diuji bisa jadi pelukan Tuhan. 🌿 Jika kau paham arti penundaan, Kau akan syukuri segala cobaan. Karena dalam yang terasa berat, Terkandung rahmat yang sangat dekat. Verse 2: Jangan buru-buru menyimpulkan, Bahwa hidupmu tak sedang disayang. Kadang justru yang diberi derita, Yang sedang digenggam paling mesra. Bridge (spoken lembut): "Law fataḥa ‘alayka bāba al-fahm..." "la‘alimta anna al-‘aṭā’a huwa fī man‘ih..." "wa al-‘iṭāna huwa fī ibtilā’ih..." Jika engkau diberi pemahaman, Engkau akan melihat cinta-Nya dalam setiap kehilangan… Chorus (reprise): 🌌 Anugerah tak selalu dalam tawa, Bisa dalam air mata yang hening bicara. Yang kau kira penolakan, Adalah bentuk penjagaan yang Tuhan tanamkan. 🌿 Jadi tetaplah melangkah dengan tenang, Karena kasih-Nya luas tak terbilang. Dalam setiap ujian yang kau terima, Ada pelukan-Nya yang paling nyata. Outro: Yaa Rabb… bukakanlah mataku, Agar kulihat setiap cobaan… Sebagai kasih-Mu yang tersembunyi… [instrument] [end]

