[Intro] [Verse 1] Ada cahaya dalam jiwa manusia, Tapi sering tertutup debu dunia. Rumi berkata lewat kata-kata, “Jangan lihat luar, masuklah ke dalamnya.” Dalam diam ada samudra makna, Dalam derita tersembunyi cinta. Fihi Mā Fihi bukan sekadar buku, Ia cermin hati, pelita kalbu. [Chorus] 🎵 Apa yang ada di dalam, itu yang sejati, Bukan rupa, bukan suara, tapi ilham ilahi. Dunia ini cangkang, jiwa intinya, Temukan Tuhan dalam hatimu yang merana. 🎵 [Verse 2] Ia bicara tentang ego dan hawa, Yang membutakan cinta pada Yang Esa. Rumi ajarkan: lepaskan dirimu, Baru kau temukan siapa sebenarnya kamu. Tak semua yang terlihat itu nyata, Dan yang tersembunyi bukan berarti tiada. Fihi Mā Fihi mengajak bertanya, Bukan untuk tahu, tapi untuk merasa. [Bridge] 🎵 Ia berkata: diam adalah jawab, Dan hati yang patah justru paling mantap. Jangan takut jatuh, jangan benci luka, Karena di sanalah Tuhan sering menyapa. 🎵 [Chorus Ulang] 🎵 Apa yang ada di dalam, itu yang sejati, Bukan rupa, bukan suara, tapi ilham ilahi. Dunia ini cangkang, jiwa intinya, Temukan Tuhan dalam hatimu yang merana. 🎵 [Outro] Jadi saat kau merasa kosong dan hampa, Ingatlah pesan dari sang pecinta: “Bersihkan hatimu, lepaskan dunia, Karena dalam dirimu... ada Dia.” 🌙 🎶 Fihi Mā Fihi, kalam dari jiwa, Mengajak manusia kembali ke-Nya. 🎶 [Instrument] [End]