
[intro] ๐ค (Verse 1 โ Penyanyi utama) Mengapa kau risau saat dihina? Mengapa gelisah saat diremehkan? Apakah kemuliaanmu diukur kata mereka? Ataukah Allah yang menilaimu sebenarnya? ๐ถ (Response โ Anak-anak atau audiens) Kami takkan jatuh karena celaan, Yang buruk darinya, bukan dari kami. Hati yang lurus tetaplah terang, Takkan redup oleh caci maki. ๐ค (Chorus โ Bersama) ๐ Tak berkurang nilaimu, bila mereka menghinamu, ๐ Yang berkurang hanyalah dia, saat hatinya membencimu. ๐ Tetaplah sabar, tetap bersinar, ๐ Allah yang tahu siapa yang benar. ๐ค (Verse 2 โ Penyanyi utama) Pernahkah langit marah karena dicaci? Pernahkah ombak mundur karena dikata? Orang yang berbuat zalim menzalimkan diri, Bukan mencuri cahaya dari jiwa mulia. ๐ถ (Response โ Anak-anak atau audiens) Biarlah lidah mereka bicara, Kami memilih diam yang bermakna. Keberanian bukanlah balas dendam, Tapi menahan diri dalam keadilan. ๐ค (Chorus โ Bersama) ๐ Tak berkurang nilaimu, bila mereka menghinamu, ๐ Yang berkurang hanyalah dia, saat hatinya membencimu. ๐ Tetaplah sabar, tetap bersinar, ๐ Allah yang tahu siapa yang benar. ๐ต (Bridge โ Perlahan, dengan petikan gitar) Kita bukan bayang-bayang penilaian dunia, Tapi cermin dari cinta-Nya yang setia... Jika mereka mencaci, kita tetap memaafkan, Sebab kemuliaan ada pada pengampunan. ๐ค (Final Chorus โ Semua dengan semangat) ๐ Tak berkurang nilaimu, bila mereka menghinamu, ๐ Yang berkurang hanyalah dia, saat hatinya membencimu. ๐ Tetaplah sabar, tetap bersinar, ๐ Allah yang tahu siapa yang benar. Penutup (bersahaja): "Yang menyakitimu, menyakiti dirinyaโฆ Engkau tetap mulia, bila sabar jadi pakaianmu." [instrument] [end]

