Song Cover Image

Menanti

V6-MINI

Siapa yang berdiri di tepi malamku, tersenyum menyeringai, buas, bagai harimau rimba, mengancam menikam belati, membuat nafas sesak bagai mati. Oh, aku ingin menjerit, tapi dia bagai tukang sihir, membuat kaku lisan dan seluruh kata-kata, serasa maut hendak menjemput, membuat aku tak ingat lagi. Tapi angin berdesir, makin kencang, menjadi topan menyapu bersih, aku terlempar jatuh ke bumi. Oh bumiku pijakanku oh, telah runtuh peraduanku, ternyata hanya mimpi, seram sekali kapan hidupku damai hati… Di mana damaiku, kemana bahagiaku, lelah benar jazad ini. Siapa yang berdiri di tepi malamku, diakah yang merenggut kebahagiaanku ? Oh kiranya salah sangka ? Kiranya mimpi belaka ? Bahagia ingin ku ciptakan sendiri ? Tangan lemah ini menggapai-gapai, mencari Tuhan puncak damai, apa yang selam ini aku dambakan tak lain hanya kedamaian hanya kedamaian itu saja. Siapa yang berdiri di tepi malamku, tersenyum menyeringai, buas, bagai harimau rimba, mengancam menikam belati, membuat nafas sesak bagai mati. Oh, aku ingin menjerit, tapi dia bagai tukang sihir, membuat kaku lisan dan seluruh kata-kata, serasa maut hendak menjemput, membuat aku tak ingat lagi. Tapi angin berdesir, makin kencang, menjadi topan menyapu bersih, aku terlempar jatuh ke bumi. Oh bumiku pijakanku oh, telah runtuh peraduanku, ternyata hanya mimpi, seram sekali kapan hidupku damai hati… Di mana damaiku, kemana bahagiaku, lelah benar jazad ini. Siapa yang berdiri di tepi malamku, diakah yang merenggut kebahagiaanku ? Oh kiranya salah sangka ? Kiranya mimpi belaka ? Bahagia ingin ku ciptakan sendiri ? Tangan lemah ini menggapai-gapai, mencari Tuhan puncak damai, apa yang selam ini aku dambakan tak lain hanya kedamaian hanya kedamaian itu saja.