[intro] [Verse 1] Kau ingin dikenal, bukan? Ingin dilihat, dipuji, dipanggil hebat? Kau merasa gelisah saat tak ada yang tahu Padahal hatimu mengalir penuh doa itu... [Verse 2] Tapi pernahkah kau bertanya: Untuk siapa semua usaha? Jika tak ada yang memuji, Apakah kau masih mau memberi? [Pre-Chorus – bisikan lembut] Maukah kau jadi benih… Yang rela dikubur dalam sunyi? Karena yang tak pernah dikubur Tak akan pernah tumbuh tinggi… [Chorus] 🎶 Maukah kau tumbuh… dalam diam? Maukah kau besar… tanpa nama? Sebab Allah menumbuhkan yang tersembunyi Bukan yang sibuk menagih tepuk tangan ini Kuburkan dirimu dalam ikhlas Biarkan cahaya tumbuh dari rahasia Tak dikenal manusia tak mengapa Asal dikenal oleh-Nya [Verse 3 – kembali interaktif] Katakan padaku… Apakah kau menulis karena cinta atau karena ingin dibaca? Apakah kau bersedekah karena syukur Atau karena ingin terlihat dermawan di luar? [Bridge – lirih, penuh perenungan] Jika akar menolak tanah Ia takkan pernah kuat menopang batang Jika amal menolak sembunyi Ia takkan pernah bernilai di sisi Ilahi [Chorus – ulang dengan ajakan lembut] 🎶 Maukah kau tumbuh… dalam sunyi? Maukah kau hidup… dalam sembunyi? Karena yang rahasia itulah yang paling murni Dan yang tersembunyi itulah yang paling dicintai Kuburkan dirimu di tanah rendah hati Biarlah Allah yang menumbuhkan nanti Jangan kejar panggung atau sorot mata Kejar saja… ridha-Nya [Outro – doa interaktif] Bisikkan dalam hatimu… “Ya Allah, tanamkan aku di ladang-Mu Meskipun tak dikenal di bumi, Cukuplah Engkau yang melihatku di langit-Mu.” [instrument] [end]

Comments are disabled on this song