[intro] [Verse 1] Di antara rukun yang agung Ada panggilan yang tak semua dengar Bukan hanya soal mampu Tapi kemauan untuk berserah Baitullah memanggil jiwa Sejak ribuan tahun yang lalu Diseru oleh Ibrahim Agar manusia datang bersujud 🕊️ "Wa lil-lāhi ‘ala an-nāsi ḥijjul-baiti manis-taṭā‘a ilaihi sabīlā..." (Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah bagi yang mampu menempuhnya...) [Chorus] Jika kau mampu, jangan tunda lagi Itu panggilan suci dari Ilahi Haji itu bukan sekadar ritual Tapi perjalanan jiwa yang total Semua lepas, hanya kain ihram Menghadap Tuhan tanpa nama dan jabatan Yang datang dengan hati yang bersih Akan pulang seperti bayi yang suci 🕊️ “Man ḥajja fa lam yarfuts wa lam yafsuq, raja‘a ka yaumi waladathu ummuh...” (Barang siapa berhaji dan tidak berkata kotor serta tidak berbuat fasik, maka ia pulang seperti hari ia dilahirkan ibunya...) [Verse 2] Di Arafah kau akan menangis Bukan karena panas, tapi karena rindu Di Muzdalifah kau merenung Dan di Mina kau lempar semua egomu Thawaf mengelilingi cinta Sa’i berlari mengejar harap Itu bukan hanya sejarah Tapi jejak iman yang harus dilakoni [Bridge] Berhajilah jika kau mampu Sebelum datang waktu yang membelenggu Harta tak dibawa mati Tapi haji mengantar ke tempat yang tinggi [Chorus – repeat] Jika kau mampu, jangan tunda lagi Itu panggilan suci dari Ilahi Haji itu bukan sekadar ritual Tapi perjalanan jiwa yang total Semua lepas, hanya kain ihram Menghadap Tuhan tanpa nama dan jabatan Yang datang dengan hati yang bersih Akan pulang seperti bayi yang suci [Outro] Panggilan dari langit masih terdengar Bukan semua mendengar, tapi semua akan ditanya Sudahkah kau datang…? Ke rumah-Nya… sebagai tamu mulia? 🕊️ Jika kau mampu… jangan tunda... [instrument] [end]