[intro] [Verse 1] Kadang dunia terlalu bising Sampai suara hati pun hilang Ramai tak selalu berarti hidup Kadang sunyi justru yang terang [Verse 2] Ada damai dalam menyepi Bukan lari, tapi kembali Pada suara yang lama dilupakan Pada makna yang pernah terpendam [Chorus] Sunyi yang menyembuhkan Adalah kala hanya ada aku dan Tuhan Di sana aku mulai mengerti Tentang hidup, tentang mati, dan hakikat diri Tak semua yang sendiri itu sepi Kadang di situlah aku paling diisi Karena dalam azzam dan uzlah Hati belajar melihat tanpa mata [Verse 3] Mereka sibuk di luar sana Tapi hatiku kutemukan di dalam sini Di ruang yang tenang, tanpa sorot Kupikirkan hidup yang terlalu cepat melesat [Bridge – pelan, penuh perenungan] Ya Allah... Ajari aku mencintai diam Ajari aku mendengar dalam hening Agar tafakkur bukan sekadar pikir Tapi jendela menuju cahaya batin [Chorus – ulang, dengan penekanan emosional] Sunyi yang menyembuhkan Adalah kala hanya ada aku dan Tuhan Di sana aku mulai mengerti Tentang hidup, tentang mati, dan hakikat diri Tak semua yang sendiri itu sepi Kadang di situlah aku paling diisi Karena dalam azzam dan uzlah Hati belajar melihat tanpa mata [Outro – lirih, menenangkan] Tak ada yang lebih menenangkan Dari tafakkur dalam keheningan Ketika dunia ditinggalkan sebentar Dan Allah menjadi satu-satunya yang hadir… [instrument} [eng]