
Di sepertiga malam aku terjaga, Dalam sunyi kuangkat doa dan air mata. Langkahku lemah, hatiku sering alpa, Tersesat oleh dunia yang memuja fana. Aku bukan siapa, hanya hamba yang rapuh, Sering jatuh dalam dosa yang sama berulang penuh. Namun rahmat-Mu, ya Allah, tak pernah menjauh, Memanggilku pulang walau aku tersungkur lesuh. Inilah aku, dengan penuh pengharapan, Bersimpuh rendah di hadapan-Mu, Tuhan. Tiada daya, tiada kekuatan, Melainkan dari-Mu, sumber keampunan. Inilah aku, mengharap reda-Mu, Bukan dunia yang aku tuju. Jika Kau terima sujud dan tangisku, Cukuplah Engkau sebagai seluruh hidupku. Aku mengejar cahaya di jalan gelap, Namun sering terluka oleh nafsu yang menetap. Kupelajari sabar dalam setiap sebab, Kerana janji-Mu pasti, walau ujian menyerap. Saat hati ini hampir berputus asa, Nama-Mu kusebut, tenang pun menjelma. Engkau Maha Tahu segala rahsia, Bahkan luka yang tak mampu kuucap kata. Inilah aku, dengan rasa kehambaan, Menyerah diri dalam pelukan keimanan. Tiada yang abadi selain pengharapan, Pada kasih-Mu yang luas tak bertepi batasan. Inilah aku, kembali pada fitrah, Mengaku salah, memohon Kau arah. Jika hidup ini hanya sementara, Biarlah aku mati dalam redha-Mu, ya Allah. Ajarku ikhlas saat diuji, Ajarku syukur saat Kau beri. Jangan Kau biarkan hatiku ini, Berpaling jauh dari jalan Ilahi. Inilah aku, hamba yang kecil, Mengharap ampunan setiap detik dan hasil. Dalam sujudku, kuikat janji setia, Hidup dan matiku hanya untuk-Mu semata.

