(Kamu harus berhasil...) (Kamu sudah terlambat...) (Orang lain lebih jauh...) (Kamu harus kuat...) Harus... harus... harus... Aku mencoba tidur tapi kepalaku seperti pasar malam Ada suara ibu bilang "hati-hati" ada suara ayah bilang "jangan pulang dulu" Ada suara teman bilang "kamu sudah ketinggalan" ada suara asing bilang "kamu tidak cukup" Aku tidak tahu suara siapa yang paling jujur Mungkin semuanya benar Mungkin semuanya salah Yang jelas semuanya keras Bisakah kalian diam sejenak! Aku tidak bisa mendengar diriku sendiri! Bisakah kalian diam! Bahkan suaraku ikut berteriak! Suara-suara! Di dalam kepalaku! Semua ingin didengar! Tidak ada yang mau mendengar! Suara-suara! Aku ikut bicara! Tapi aku tidak tahu apakah itu aku—atau mereka! Dulu aku pikir suara-suara itu peduli Mereka bilang "kami hanya ingin yang terbaik" Tapi yang terbaik menurut mereka adalah aku yang terus berlari (Jangan lemah...) (Jangan menyerah...) (Kamu bisa lebih...) (Kamu harus lebih...) Mungkin mereka tidak pernah marah padaku Mungkin aku yang tidak pernah berhenti marah pada diriku sendiri Bisakah kalian diam sejenak! Aku tidak bisa mendengar diriku sendiri! Bisakah kalian diam! Bahkan suaraku ikut berteriak! Suara-suara! Di dalam kepalaku! Semua ingin didengar! Tidak ada yang mau mendengar! Suara-suara! Aku ikut bicara! Tapi aku tidak tahu apakah itu aku—atau mereka! (Kamu harus...) (Kamu harus...) (Kamu harus...) (Berhenti...) Eling... Sing tenang iku dudhu sing kalah... Sing menang iku dudhu sing paling banter... Semua suara itu tidak akan hilang. Tapi aku tidak harus menjawab semuanya. Aku memilih... Aku memilih mana yang kudengar... Aku memilih... Untuk mendengar yang paling kecil... Suara hatiku... Suara-suara! Masih di dalam kepalaku! Tapi sekarang aku tahu tidak semua harus kujawab! Suara-suara! Aku mulai bisa memilah! Mana yang harus kudengar mana yang harus kulepaskan! Aku wis nemu... Sworo sing sejati... Sing ono ing ati...