[intro] 🎀 (Verse 1 – Penyanyi utama) Pernahkah kau lihat cermin yang berdebu? Tak bisa jernih, tak bisa tembus Begitulah hati yang dipenuhi dunia Tak ada ruang untuk cahaya-Nya 🎢 (Respons – Audiens/anak-anak) Tapi kami masih di dunia, Harus belajar, harus bekerja Apakah itu artinya salah? Apakah itu membuat hati gundah? 🎀 (Verse 2 – Penyanyi utama) Bukan dunia yang membuat gelap, Tapi jika dunia jadi yang kau kejar tetap Jika cerminnya tak pernah kau lap, Jangan harap nur bisa menetap 🎢 (Respons – Audiens) Jadi bagaimana membersihkan hati? Apa yang harus kami jauhi? Bagaimana agar ia berseri, Dan tak dibutakan oleh ilusi? 🎀 (Chorus – Bersama) 🌟 Lepaskan bayang dunia di dada, 🌟 Gantikan dengan ingat kepada-Nya. πŸŒ™ Hati bersinar bila tak tertutup kaca palsu, πŸŒ™ Beningkan ia, dan Tuhan pun akan tampak padamu. 🎡 (Bridge – pelan, seperti perenungan) Semakin banyak keinginan dunia Semakin buram wajah yang kau cari Semakin jernih niat dan cinta Semakin terang sinar yang kau miliki 🎀 (Verse 3 – Penyanyi utama) Cinta dunia ibarat debu Menempel halus tapi membuat kabur Cinta Allah ibarat cahaya Masuk hanya ke hati yang jujur 🎢 (Respons – Audiens) Kami ingin cermin yang bersih Kami ingin hati yang jernih Bukan sekadar tampak baik Tapi terang karena Tuhan yang dekat 🎀 (Final Chorus – Semua bersama dengan kekuatan dan harapan) 🌟 Buang pantulan semu yang menipu, 🌟 Isi hatimu dengan wajah yang satu. πŸŒ™ Takkan bersinar hati yang palsu, πŸŒ™ Jika dunia masih jadi arah tuju. 🎼 Penutup (lirih dan dalam): "Hati tak bisa menyala… bila dipenuhi bayangan dunia..." [instrument] [end]